Dr. Bandung Sahari Berbagi Pengalaman tentang Aplikasi Pestisida dan Pengelolaan OPT Perkebunan Sawit

Padang, 4 Juni 2026 — Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas bersama Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar untuk mata kuliah Pestisida dan Teknik Aplikasi. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Bandung Sahari, Director Agronomy and Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, sebagai narasumber utama dengan topik “Teknologi Aplikasi Pestisida di Perkebunan Kelapa Sawit dan Strategi Pengelolaannya.”
Dalam paparannya, Dr. Bandung Sahari menjelaskan bahwa pengelolaan organisme pengganggu tanaman di perkebunan kelapa sawit memerlukan pendekatan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pengendalian tidak hanya ditentukan oleh jenis pestisida yang digunakan, tetapi juga oleh ketepatan teknologi aplikasi, pemahaman terhadap bioekologi organisme pengganggu tanaman, serta penerapan strategi pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Diskusi kemudian lebih fokus kepada pengendalian kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), yaitu hama penting pada kelapa sawit, terutama pada fase tanaman muda dan areal replanting, serta pengelolaan penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma, yang menjadi salah satu tantangan serius dalam budidaya kelapa sawit. Melalui pengalaman praktis di industri perkebunan, Dr. Bandung Sahari menyampaikan pentingnya deteksi dini, sanitasi, pengelolaan tanaman sakit, serta penerapan teknologi dan praktik budidaya yang mendukung kesehatan tanaman.
Materi lain yang turut menarik perhatian adalah pembahasan mengenai kumbang penyerbuk Elaeidobius. Dr. Bandung Sahari menjelaskan bahwa Elaeidobius merupakan serangga penyerbuk kelapa sawit yang awalnya diintroduksi dari Malaysia. Saat ini, kumbang penyerbuk tersebut telah mampu bertahan, beradaptasi, dan menyebar luas di berbagai wilayah perkebunan kelapa sawit di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Keberadaan Elaeidobius sangat dibutuhkan karena berperan penting dalam membantu proses penyerbukan bunga kelapa sawit, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap keberhasilan pembentukan buah dan produktivitas tanaman.
Kegiatan Praktisi Mengajar ini memberikan pengalaman belajar yang bernilai bagi mahasiswa karena menghadirkan perspektif langsung dari praktisi industri. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang pestisida dan teknik aplikasinya, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai tantangan pengelolaan hama dan penyakit di perkebunan kelapa sawit skala besar.
Melalui kegiatan ini, Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas terus berupaya memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik profesional di lapangan.


