Bakteri Endofit, Inovasi Ramah Lingkungan untuk Lindungi Padi dari Wereng Batang Coklat

Padang, 9 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat lintas departemen Fakultas Pertanian Universitas Andalas, yang dikoordinir oleh Dr. Haliatur Rahma dari Departemen Proteksi Tanaman, melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan bakteri endofit sebagai agens penginduksi ketahanan tanaman padi terhadap wereng batang coklat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Sikayan, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kegiatan pengabdian ini direncanakan berlangsung dalam beberapa kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Hermansah, Dr. Haliatur Rahma, dan Dr. My Syahrawati.
Wereng batang coklat merupakan salah satu hama penting tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serius apabila populasinya meningkat. Pengendalian yang terlalu bergantung pada penggunaan insektisida tidak hanya berpotensi meningkatkan biaya produksi, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan agroekosistem. Oleh karena itu, pemanfaatan bakteri endofit menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengelolaan hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dr. Haliatur Rahma, sebagai pembicara utama pada kegiatan ini, memperkenalkan kepada petani teknologi alternatif dalam pengelolaan wereng batang coklat melalui pemanfaatan mikroorganisme bermanfaat, khususnya bakteri endofit. Ia menjelaskan karakteristik bakteri endofit serta potensinya dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang dapat hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit. Keberadaannya dapat memberikan berbagai manfaat bagi tanaman, antara lain mendukung pertumbuhan dan menginduksi mekanisme pertahanan tanaman terhadap organisme pengganggu.
Tidak hanya berupa penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi perbandingan tanaman padi yang diberi perlakuan bakteri endofit dengan tanaman tanpa perlakuan bakteri endofit. Tanaman padi yang diberi bakteri endofit menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, sedangkan tanaman tanpa perlakuan bakteri endofit memperlihatkan gejala hopperburn akibat serangan wereng batang coklat. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran langsung kepada petani mengenai potensi bakteri endofit dalam meningkatkan ketahanan tanaman sekaligus diharapkan dapat mendorong partisipasi petani dalam penerapannya di lapangan.
Pemanfaatan bakteri endofit diharapkan tidak hanya menjadi alternatif dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap wereng batang coklat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida serta mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di Kota Padang dan Sumatera Barat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Pertanian Universitas Andalas terus berupaya memperkuat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat, sekaligus mendorong penerapan inovasi perlindungan tanaman yang efektif, aplikatif, dan ramah lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai melalui Hibah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Tahun 2026, berdasarkan Nomor Kontrak 45/SPK/PLK/RKAT Faperta Unand/2026.


