Seminar Hasil Pemantauan OPTK Sumatera Barat 2026 bersama Proteksi Tanaman Unand

Padang, 2 November 2026 — Dr. My Syahrawati, S.P., M.Si., Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, menjadi narasumber pada Seminar Lokal Hasil Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Barat di kantornya, Jalan Sutan Syahrir No. 267, Mata Air, Padang, pada Senin (2/11).
Dalam paparannya yang berjudul “OPTK 2026 di Sumatera Barat: Mengenali dan Mengendalikan”, Dr. My Syahrawati membahas karakteristik, bioekologi, tanaman inang, serta pendekatan pengendalian organisme yang menjadi perhatian dalam pemantauan di Sumatera Barat. Pembahasan difokuskan pada 3 jenis OPTK yang dilaporkan temuannya tahun ini, satu OPTK A1 golongan 2, satu OPTK A2 golongan 2, dan satu lagi OPTK A2 golongan 1. Materi tersebut menekankan pentingnya ketepatan identifikasi dan konfirmasi laboratorium sebagai dasar penentuan langkah penanganan. Informasi mengenai biologi, cara penyebaran, dan tanaman inang diperlukan untuk mendukung survei lanjutan, pemetaan sebaran, serta pencegahan penyebaran organisme pengganggu ke wilayah yang masih bebas.
Pendekatan pengendalian yang dibahas mencakup sanitasi, pengendalian mekanis, pengelolaan lingkungan pertanaman, pemanfaatan musuh alami dan agens hayati, serta penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai ketentuan. Pada bagian rekomendasi, Dr. My Syahrawati menyoroti perlunya koordinasi antara instansi karantina, pemerintah daerah, dinas terkait, perguruan tinggi, dan petani. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung penyampaian informasi resmi, penyusunan panduan teknis pengenalan dan pelaporan, penelusuran asal serta distribusi bahan tanam, dan pemantauan keberhasilan penanganan.
Keterlibatan dosen Departemen Proteksi Tanaman dalam kegiatan ini merupakan kontribusi kepakaran Universitas Andalas dalam mendukung perlindungan pertanian di Sumatera Barat. Melalui pertukaran informasi hasil pemantauan dan kajian ilmiah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat deteksi dini serta penanganan OPTK secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Let’s protect plant together!


